Band Terakhir Krishna Balagita
Jakarta – Selama 10 tahun membesarkan Ada Band dan sempat bersolo karir, Krishna Balagita tak berhenti berkarya. Menurut Krishna, keluar dari Ada Band dan membangun band baru lagi dari awal adalah pilihan. Dia ingin eksplorasi lebih luas lagi dalam bermusik.
”Di band yang lama (Ada Band, Red) eksplorasinya sudah sulit. Kalau ibaratnya kanvas, melukisnya harus bareng-bareng. Cuma, kalau idenya saja sudah nggak sama, susah,” kata pria kelahiran 26 Maret 1967 itu.
Namun, musisi spesialis keyboard dan pengarang lagu itu merasa sudah tua jika melakukan pengembaraan lagi. Dirinya berharap, band besutan terbarunya, de Spectrum, menjadi pelabuhan terakhirnya. ”Di sini saya bisa desain dari awal,” paparnya kemarin di Jakarta.
Grup de Spectrum didirikan Krishna sejak awal 2008 dari hasil audisi. Lewat ajang itu, dirinya mendapatkan vokalis asal Surabaya, Diandra Chandra, dan Abdul, pemain gitar yang sudah dikenalnya sejak lama. Mereka baru saja merilis album perdana, Sahabat Setia.
Di de Spectrum, Krishna penuh mengonsep musik dan menciptakan mayoritas lagu. ”Mudah-mudahan, kami bukan follower, tapi trendsetter,” harapnya. Selain itu, kata Krishna, bandnya tidak ingin menentukan spesifikasi “pasar”. Dia berharap lagu-lagunya bisa didengar semua kalangan dan semua usia. ”Menurut saya, band itu bisa bertahan karena takarannya pas. Musiknya pas, liriknya pas, nggak ada yang lebih dan nggak ada yang kurang,” terusnya.(gen/tia)
Sumber : http://www.radarkotabumi.com/



